Dishub Sulut Ukur Emisi Gas Di Jalan Martadinata

Dishub Sulut Ukur Emisi Gas Di Jalan Martadinata

Dalam rangka mencegah terjadinya pencemaran udara karena gas emisi, maka Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar kegiatan pengukuran gas emisi secara gratis di Jalan Martadinata Kecamatan Paal Dua didepan Mes TNI Angkatan Laut Selasa (23/8).
Hal tersebut bertujuan mendorong kepedulian pemilik kendaraan untuk memperbaiki kendaraannya yang sudah menghasilakan gas beracun secara besar dan tidak terkendali.
Apalagi melihat pencemaran udara di kota – kota besar sudah mengkhawatirkan, dan semua bersumber pada peningkatan jumlah kendaraan bermotor.
“Mobil, sepeda motor, dan angkutan umum mengeluarkan asap atau gas buangan yang membahayakan kesehatan,”kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara, Joy Oroh waktu itu.
Dia menjelaskan dampak emisi gas buangan kendaraan bermotor akan meyebabkan gangguan tubuh secara berbeda – beda. Seperti Pb (Timbal) mengakibatkan tekanan darah tinggi, HC (Hidrokarbon) NOx (Oksida Nitrogen) menyebabkan gangguan mata berupa iritasi, CO NOx menyebabkan gangguan jantung, HC NOx memicu asma dan kanker paru – paru, Pb menurunkan tingkat kecerdasan pada anak, HC (Hidrocarbon) NO menyebabkan pusing mendadak, HC NOx SOx (Oksida belerang) mengakibatkan tenggorokan gatal, Pb menganggu fungsi ginjal dan Pb mengurangi fungsi reproduksi pria.
“Tanpa kita sadarai inilah yang akan terjadi, makanya perlu pemeriksaan seperti ini,”kata Oroh.
Menurut kadis banyak keuntungan yang akan didapatkan jika melalui proses pemeriksaan ini. Seperti kinerja mesin menjadi handal, bahan bakar hemat, usia mesin lebih lama, dan udara lebih sehat. Apalagi ini dilakukan secara gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun seperti program – program di kota besar lainnya.
“Kegiatan ini akan berlanjut sampai besok,”kata kadis meyakinkan.
Sementara itu tiga tenda berbeda yang dibuka sesuai jenis bahan bakar, dipenuhi antrean kendaraan baik yang menggunakan solar, bensin, pertamax, dan pertalite. Dinas terkait juga mengandeng jasa diler – diler kendaraan se Kota Manado. Hal tersebut demi meningkatnya apa yang menjadi harapan pemerintah yaitu mengurangi gas emisi. Apalagi keterlibatan dan dukungan dari dinas kehutanan provinsi juga diharapkan akan dampak yang maksimal.
“Gunakan kendaraan seperlunya, kurangi putaran mesin tinggi, periksa tekanan ban serta spooring, dan gunakan bahan bakar yang lebih bersih tanpa timbal,”kata Kadis.
Aksi tersebut dikatan berhasil karena baru tiga jam sudah berhasil memeriksa 300 – san kendaraan, dan ada beberapa diwajibkan pemeriksaan mesin lengkap kemudian yang lainnya dinyatakan lulus. Yang lulus dipasangi stiker dari dinas terkait, agar ketika ada pemeriksaan maka tidak diwajibkan lagi kecuali melewati batas waktu yang ditentukan.
“Kaget tadi, saya kira ada penertiban kendaraan oleh pihak kepolisian dan dinas terkait ternyata tidak. Saya memberikan dukungan terhadap dinas ini, saya saja baru pertama kali memeriksakan kendaraan seperti ini. Mudah – mudahan kegiatan ini berhasil,”kata Ave Sagai warga Minahasa Utara yang bekerja di Kota manado. (lix)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply